This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

05 April 2008

Subhanallah, Allah menjawab Doa Saya.. !

Melanjutkan cerita saya kemaren.
Baru saja saya curhat mengenai "kenegatifan" saya, Allah memberi petunjuk dari pintu yang tidak saya duga-duga.

Kemarin Jumat, 4 April, setelah menulis masalah dan harapan saya, saya tinggal untuk mengikuti pelatihan merchandising di kantor. Pas jam 11.30, kami break sebentar untuk mengikuti sholat Jumat.

Seperti biasa, setiap kali Jumatan, kantusk hebat selalu melanda... hehehe. Malah kadang saya sampai tertidur. Kali inipun terjadi lagi. Pas di tengah-tengah khotbah saya terbangun. Tahu tidak apa yang pertama kali ditangkap telinga saya saat terbangun?
Sang Khotib menasehatkan tentang hati !

Ya, Sang Khotib menunjukkan ciri-ciri hati yang negatif, hati yang positif, dan kiat-kiat untuk selalu menjaga hati. Wah, terus terang saya menyesal, kenapa saya ketiduran tadi. Tapi Allah memang Maha Besar. Di sisa khotbah itupun saya masih bisa mendengarkan nasehat-nasehat yang dianjurkan.

Intinya, kita tidak boleh melakukan hal-hal yang negatif, bahkan berpikirpun jangan. Karena hanya dengan memikirkannya sudah merupakan undangan bagi aura negatif untuk masuk. Selalu berpikir dan bertindak positif. Kemudian terakhir, kita jaga hati kita.

Caranya pun hanya 3. Ya cukup 3 saja :
- Selalu berdzikir kepada Allah
- Sering-seringlah membaca Al-Quran (Bahkan menurut pak ustad, membaca Al Quran 50 ayat saja sehari semalam, akan menyelamatkan hati kita).
- Berkumpullah dengan majlis2 dan pengajian2.

Yakinlah, keseriusan hati dalam berdoa akan dijawab Allah dari pintu yang tidak akan pernah kita duga.

Salam hangat,
Dani

04 March 2008

Sudahkan Anda Ber DOA hari ini ? (Maaf, bukan LOA lho.. Tapi DOA)

Hari ini (29 Peb) saya mendapat pencerahan.
Selepas Jumatan, sebagai kebiasaan di pabrik tempat saya bekerja, selalu diadakan dialog antara pak Ustad dengan makmum sholat Jumat. Ada sebuah jawaban yang cukup menghentakkan saya saat salah seorang bertanya kepada pak Ustad.

Beliau berkata singkat, "Jangan remehkan kekuatan DOA".

Kemudian beliau bercerita, ada seorang nenek berusia 78 tahun datang kepada beliau.
Nenek itu ingin sekali bisa membaca AlQuran, namun sampai umur 78 tahun tsb si nenek masih belum bisa. Nenek tsb menganggap bahwa AlQuran sama dengan bahasa Arab yang lain, yang
merupakan bahasa yang sulit. Pak Ustad bertanya, "DOA apa yang nenek baca untuk tujuan nenek?". Si Nenek terdiam, dia baru sadar, bahwa ternyata dia tidak pernah berdoa untuk diberi kemudahan dalam mempelajari AlQuran. Dia hanya mengandalkan kemampuan pribadinya.

Oleh Pak Ustad, si nenek diajari berdoa,"Ya Allah, berilah aku kemudahan dalam menghafal AlQuran, Berilah aku pembimbing yang ahli dan rendah hati, Semoga dalam 1 tahun ini aku sudah bisa membaca AlQuran. Amin". Hasilnya?

Genap 10 bulan sejak si nenek bertemu dengan pak Ustad, dia sudah bisa menghafal AlQuran dengan baik.

Ada cerita lain lagi.
Saat Pak Ustad mudik, beliau harus naik ojek dari Langitan ke kampung orang tuanya. Selama di jalan, si tukang ojek mengeluh, soal BBM naik lah, soal biaya sekolah anak, soal biaya dapur, dsb. Ujung-ujungnya dia menyalahkan pemerintahan SBY-JK.

Kemudian pak Ustad bertanya,"Gimana kalo bapak berdoa, agar kelak anak bapak yang menjadi presiden?". Jawab tukang Ojek,"Ya nggak mungkin lah pak.."."Kalo jadi menteri?". Jawaban masih sama. Bahkan sampai menjadi camat pun, jawabannya tetap sama.

Kemudian pak Ustad melanjutkan, " Atau mungkin jadi ulama?". Kembali si tukang ojek pesimis,"Lah wong nggak ada turunan ulama pak.."."Kalo gitu berdoa menjadi pengusaha yang sukses dan makmur".Tapi, jawaban yang keluar dari tukang ojek pun tetap sama.
Akhirnya pak Ustad nggak tahan juga,"Jadi, selama ini, Bapak tidak tahu anak bapak ingin seperti apa? Lalu, bapak mengojek peras keringat banting tulang siang malam, untuk apa pak? ". Si tukang ojek terdiam. lamaa banget. "Iya ya pak, saya kok bodoh amat ya. Jadi selama ini saya kerja cari uang untuk apa ya?"

Dari cerita ini, saya seperti disetrum.
Selama ini, saya belum pernah sedikitpun mendoakan anak saya akan jadi seperti apa kelak, target apa yang akan dicapai, apa yang diinginkan istri saya.saya hanya berdoa semoga menjadi orang sukses. Doa saya tidak pernah kongkrit, tidak jelas.

Kenapa kalo LOA saya selalu jelas, tapi kalo DOA tidak pernah jelas ?
(Padahal cuman beda L dan D). Aneh juga...

Orang-orang takut berdoa setinggi mungkin, karena mereka merasa itu sudah diluar kemampuan mereka. Sekali lagi, jangan meremehkan kekuatan DOA. Karena DOA langsung berhubungan dengan Pemilik-Nya.

Semoga Bermanfaat.

Salam Sukses,
Dani

07 January 2008

Menjadi Pengusaha Tapi Tidak Kaya? Ya Tidak Percuma ..

Jangan kaget membaca judul diatas. bukan berarti saya mau membantah buku Safir Senduk atau membela diri kemudian melontarkan posting seperti ini.
Sekedar pengalaman pribadi saja.

Ceritanya, kemaren sore saya sempat menelpon Om yang di Surabaya. Kebetulan Om saya ini menjadi tempat berkeluh kesah banyak orang, dan kata-kata bijaknya selalu menenteramkan hati.

Setelah menanyakan kabar masing-masing, saya bercerita mengenai permasalahan keluarga yang saya hadapi saat ini. Dan, seperti biasa, kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Om saya selalu tepat sasaran. Saya merasakan kalimat tersebut mengalir begitu saja, tidak dibuat-buat. Tetapi memiliki aura yang cukup dalam bagi yang mendengarkannya.

Huf.. lega rasanya.
Sebelum telepon saya tutup, saya menanyakan bisnis fotokopi yang sekarang dijalani oleh Om saya. Jawabannya pun ringan, saat ini beliau tidak terlibat aktif, dan hanya cukup untuk bertahan. Entah setan darimana, tiba-tiba terlontar kalimat dari mulut saya "Wah, kalo jadi pengusaha tapi tidak bisa kaya ya percuma Om.. ". Meski menyesal, tetapi kalimat sudah keluar. Tapi apa jawaban beliau ?

"Yaah.. nggak papalah. Lah wong yang dicari barokahnya kok. cukup seperti ini saja sudah Alhamdulillah. nggak usah terlalu muluk, Dan. Barokahnya aja..".

Deg! Muka ini Serasa ditampar.
Terus terang saya tersindir juga. Belakangan ini hampir tiap hari hanya bisnis saja yang saya pikirkan. Apalagi saat ini bisnis kios tinta saya sedang pindah ke toko baru. otomatis semua energi tersedot kesana.

Ah, Tuhan memang selalu mengingatkan hamba-Nya dengan cara yang misterius..

Tetapi, sekali lagi pikiran nyleneh saya keluar.. hehe..

"Lebih enak lagi, jadi pengusaha kaya yang barokah"
Iya nggak?!

Salam Funtastic & Tetap Semangat !

Dani

02 January 2008

Selamat Tahun Baru 2008 !

Sekedar review saja.
Beberapa hari yang lalu saya sempat dapat PR dari Bu Dayu untuk membuat Resolusi 2008.
Setelah memilah-milah, saya (tadinya) sudah memiliki beberapa Resolusi yang akan diterbitkan menjelang awal 2008. Apa pasal? Sampai sekarang Resolusi tersebut belum terbit-terbit juga..

Terus terang tadinya saya bingung. Dengan 8 poin resolusi, bagi saya yang masih amphibi, rasanya kok terlalu banyak. Saya juga tidak mau me munafikkan diri sendiri, "Ah kan masih amphibi, bikin Resolusi yang gampang-gampang aja deh". Kan percuma ..

Tapi jika dipikir-pikir lagi, kenapa mesti bingung. Toh, semuanya kembali kepada saya.

Ok, RESOLUSI SAYA TAHUN 2008 SEDERHANA SAJA "
*** MENAMBAH KAPASITAS ***

Mungkin jika di terjemahkan bisa luas.
Karena memang banyak yang harus saya tambah, seperti :
1. Menambah kapasitas beribadah supaya lebih berkualitas
2. Menambah kapasitas hati untuk ber-hablumminannas dan hablumminallah.
3. Menambah content blog supaya lebih menarik.
4. Menambah jumlah printer untuk usaha kios tinta saya.
5. Memperbesar jaringan MLM saya.
6. dsb.


tujuan saya jelas, MENJAGA KESEIMBANGAN DUNIA DAN AKHIRAT.

Seperti kata pepatah :
"Orang hidup seperti mengendarai sepeda.
Mereka harus tetap berjalan untuk menjaga keseimbangan"

~~ SELAMAT TAHUN BARU 2008 ~~


Tetap Semangat,

Dani

22 December 2007

Untuk Para Kekasih Allah

Seandainya aku memiliki 9 nyawa ..
Tidak akan cukup untuk menggantikan satu kali hentakanmu saat melahirkan..

Seandainya aku memiliki semua nyawa di dunia..
Tidak akan cukup untuk menggantikan perjuanganmu..

Untuk Ibuku, dan semua Ibu di dunia ..
Terimakasih telah menjadikan aku manusia..

:: SELAMAT HARI IBU ::

17 November 2007

Akhirnya ..

Setelah sempat hampir putus asa kemarin, akhirnya bisa juga blogging.
Heran juga, kenapa hanya blogger saja yang tidak bisa diakses. Sempat curiga juga dengan admin kantor. Maklum, internet masih nebeng di kantor ..

Kalau dipikir-pikir, ternyata berpikir negatif lebih gampang daripada berpikir positif. Bahkan tidak perlu direncana pun, secara otomatis akan muncul pikiran-pikiran negatif. Ketika dijalan tiba-tiba di potong orang, hati ini bawaanya ingin cepat-cepat membalas. Belum jika meeting di kantor. Kebanyakan pesertanya justru hanya debat kusir, saling membenarkan pendapat pribadi, dan akhirnya hanya menghasilkan solusi yang mentah.
Wah, sekarang pun saya sudah berpikir negatif ..

Saya pernah ikut kajian agama yang membahas mengenai berpikir positif. Dan seperti yang sudah saya duga, semua pikiran kita justru bermuara dari hati. Jika ingin segala sesuatunya positif, terlebih dahulu bersihkan hati.

Sang ustad juga mengajarkan kiat sederhana untuk membersihkan hati dari segala virus dan bakteri negatif.
IKHLAS, itu kata kuncinya.
(Jadi teringat Metode Quantum Ikhlas -nya pak Erbe Sentanu nih .. Bagi para negativer, silakan dipelajari metode Quantum Ikhlas. Cukup powerful. buat pak Nunu, Maaf ya pak, jadi sok tahu nih ..).

Saat ini saya sedang -dan masih - berusaha untuk ikhlas terhadap segala sesuatu, tentunya masih dalam koridor-koridor yang bisa dipertanggung jawabkan.


Susah? Memang, jika hanya dibayangkan.
Silakan mencoba, dan lihat hasilnya.
Nggak ada salahnya kan ?

Be positif,
Dani