This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

22 April 2010

Penawaran Tak Terduga

Alhamdulillah ..
Yang namanya rejeki betul-betul ada mengatur. Anda harus percaya itu.
Bagaimana tidak, blog ini yang sudah lama tidak terurus tiba-tiba ada penawaran untuk pasang link. Per link dihargai 5 usd per bulan. Betul-betul lumayan ..

Tanpa berpikir lama-lama, langsung tancap gas.
Hari ini juga link sudah terpasang.
Semoga advertisernya setuju.

Thanks Translia ..
You're the best !

So, keep the fight everyone.
God doesn't sleep.

Salam dahsyat,
Dani

10 February 2009

Menggeluti (Lagi) Duit Maya

Setelah beberapa tahun absen dari money online, belakangan ini saya mulai lagi rajin mencari-cari informasi bisnis online (sebenarnya istilah ini kurang tepat, karena kita menjalankan bisnis orang lain. Seperti istilah Pak Jonru, ada bedanya antara Bisnis Online dengan Penghasilan Online).

Terlepas dari itu semua, barangkali ini salah satu cara mencari penghasilan dengan modal yang minim. Yup, semenjak KiosTinta Refill tutup, saya berusaha mencari-cari celah lain yang bisa dimasuki. Dan pilihan jatuh kepada penghasilan online.

Sebenarnya Mencari duit online bukanlah barang baru bagi saya.
Sudah cukup banyak program-program yang saya ikuti, mulai dari HYIP, betting, autosurf dan paid-paid yang lain, hingga terakhir forex online. Hanya yang terakhir inilah yang saya tekuni cukup lama. Dan justru dari forex online inilah yang membuat saya akhirnya mem-PHK apa yang disebut "make money online".

Msalahnya sepele, GREEDY.
Ya, serakah adalah sifat dasar manusia, termasuk saya.

Waktu itu, setelah open posisi, seperti biasa saya amati pergerakan the cable (favorit saya). Tapi entah kenapa, hari itu muncul sifat serakah setelah melihat pergerakan yang sesusai dengan harapan saya, yang akhirnya membuat saya membiarkan posisi tersebut tanpa stop loss.

Setelah pulang kerja dan mandi, saya cek lagi posisi saya.

Waduh!! Ternyata terjun bebas!
Dan saldo yang semula masih $100 langsung menguap, tinggal $1.

Yah, nasib...

Itulah mengapa sekarang forex saya anggap alternatif paling akhir untuk cari duit online (disamping memang tidak jelas halal haramnya).

Ok, cut the crap!
Kembali ke lap-top..

Bagi yang tertarik making money online, bisa mengunjungi forum adsense-id. Cukup bagus untuk mencari referensi apa aja, tentu saja yang berkaitan dengan duit online.

Salam,
Dani

04 February 2008

Hati-hati dengan LOA

Melanjutkan cerita kemarin, sampai sekarang saya masih bingung, bagaimana bisa saya salah perhitungan? Padahal selalu saja ada cadangan dana di Inkjeto (nama toko tinta saya). Dan memang selalu saya sisihkan tiap bulan. Setelah saya cari-cari, akhirnya ketemu juga penyebabnya. Meski bukan pasti, tapi kemungkinan besar.

Ini semua berawal dari Tahun Baru 2008. Saya dapat PR dari Bu Dayu untuk membuat resolusi 2008. Saya memang sudah membuat Resolusi 2008, dan memang tidak banyak, hanya 1. "Menambah Kapasitas", itu dreams saya di tahun ini. Meski hanya 1, tapi bagi saya itu sudah mencakup semuanya.
Dan, semua akhirnya benar-benar terjadi !

Ya, saya menulis saya ingin menambah kapasitas apa saja, seperti menambah kapasitas iman, menambah kapasitas cartridge dan printer di Inkjeto, dan menambah kapasitas penjualan BelaCell. Tidak disangka ternyata salah satu poin tercapai lebih cepat, dan efeknya cukup fatal juga.

Saya memang menambah kapasitas toko untuk cartridge, tapi dengan meminimalkan saldo. Wah, jangan terulang lagi deh. Sperti kata iklan, "nggak, nggak mo mo lagi..".
Susahnya, sekarang salah satu rekanan di inkjeto ikut-ikutan menambah kapasitas cartridge. Bahkan tidak tanggung-tanggung, dia menambah modalnya khusus untuk pembelian tersebut. Tidak hanya itu, dia juga mengajak saya untuk ikut menambah modal yang diinvestasikan di cartridge.

Saya memang tidak menyalahkan dia. Memang. beberapa hari yang lalu banyak customer yang menanyakan cartridge untuk printer mereka, dan kebetulan memang stok kami habis. Dari situ dia berusaha menambah kapasitas cartridge, dengan harapan calon-calon pembeli itu akan kembali lagi.

Bagi saya, hal semacam ini adalah suatu perhitungan yang sia-sia.
Uang sudah keluar, tapi belum ada kepastian transaksi, hanya menunggu dan berharap.
Prinsip "uang balik" tidak bisa berjalan lancar.

Tapi tidak perlu dijadikan masalah besar. Semua pasti ada positifnya.
Dan memang, semangat untuk berwirausaha tidak datang setiap saat. Kalau toh sekarang menerpa kami, kami sudah siap menyambutnya, meski arusnya kencang sekalipun.
Kami yakin ada kesejukan di dalamnya...
hehehe... sok puitis ya..

Selamat Berwirausaha & Tetap Semangat,
Dani

01 February 2008

Salah Perhitungan yang (Nyaris) Fatal

Kamis malam rekan saya sms. Dia bilang bahwa saldo akhir di toko kami (saya buka toko tinta patungan dengan teman) sampai hari ini 113 rb. Deg! Saya sangat kaget. Padahal saya belum mengalokasikan untuk pengeluaran rutin bulanan, seperti gaji karyawan, bayar listrik / telpon / air, dsb. Setelah saya telusuri kembali, ternyata modal saya habiskan untuk menambah kapasitas isi toko, seperti cartridge dsb.

Ceritanya, setelah setahun buka toko di garasi rumah, kami mencoba lokasi baru di sebuah kios di lingkungan kampus. Kami memilih bulan Januari 2008 sebagai awal yang tepat untuk pindah. Singkat cerita, toko sudah dibuka, transaksi pun berjalan seperti biasa. Mungkin karena terlalu semangat di lingkungan baru, saya menambah kapasitas isi toko untuk antisipasi permintaan-permintaan yang sering muncul dari para pelanggan tanpa memperhitungkan kondisi keuangan. Sementara teman-teman yang lain selama ini memang mempercayakan operasional toko kepada saya. Hanya saja karena kesibukan saya beberapa hari belakangan ini, jadi jarang mampir ke toko.

Wah, saya pikir saya harus gerak cepat. Akhirnya gaji karyawan saya ambilkan dari tabungan pribadi. Sementara bayar iuran yang lain, saya tunggu hingga batas jatuh tempo, dengan harapan ada pemasukan lagi yang bisa dipakai.

Sampai sekarang saya nggak habis pikir, kok bisa-bisanya hal kayak gitu terjadi. Padahal selama ini (setahun kemaren) saya termasuk cerewet soal uang. Selama ini memang saya selalu menyisihkan pengeluaran bulan depan di akhir bulan sebelumnya. Sesuai teori Robert Kiyosaki, kita harus fokus dan kontrol pada apa yang kita pegang, bukan yang di luar kontrol kita. Dan ini
yang selalu saya jalankan. Jadi di akhir bulan Januari, saya selalu menyisihkan untuk gaji karyawan bulan Pebruari dan iuran air / listrik / telpon bulan Pebruari. Dengan begini saya selalu bisa survive untuk 1 bulan kedepan (maklum, pemain baru). Saya juga melarang diri saya sendiri untuk mengeluarkan harapan (berharap bulan ini banyak pesanan, berharap banyak pembeli, dsb). Sekedar menghindari kesalahan perhitungan.

Tapi ya sudah lah. Ini pelajaran berharga.
Meskipun belum terlalu fatal, tapi efeknya jadi tidak baik.

Salam sukses,
Dani

31 January 2008

Satu Lagi Wisudawati TDA

Hari ini, rekan kerja wanita di Bali mengirimkan email "Hari ini hari terakhir aku masuk kerja. Ini emailku yang lain ..bla..bla.. dst". Dia pamit dengan alasan klasik, menjadi ibu rumah tangga. tapi saya yakin bukan itu.

Justru kesibukan di balik "rumah tangga"nya lah yang saya yakin mengharuskan dia resign lebih awal. Pada saat masih bekerja, dia sudah memiliki beberapa usaha bersama-sama dengan suaminya. Selain memiliki sebuah toko, sang suami juga memiliki usaha sendiri di bidang IT. Sementara dia sendiri memiliki toko online yang menjual pernak-pernik Bali khusus export (dia juga meng klaim websitenya tidak akan bisa dibuka pake IP lokal.. Hehe.., Nggak berlaku dong, buat saya..).

Pernah dia mengeluh sulit sekali membagi waktu antara kerja dan bisnis. Padahal dia sudah menambah asisten untuk membantu toko online nya. Terakhir saya dengar asistennya sudah menjadi 4 orang.

Nampaknya sekarang dia sudah menemukan jawabannya.
Hehe.. salut deh. Butuh keberanian untuk memulai dunia baru.

Sebentar lagi saya pasti nyusul.
(Jadi ikut-ikutan panas neeh.. )

Tetap Semangat,
Dani

07 January 2008

Menjadi Pengusaha Tapi Tidak Kaya? Ya Tidak Percuma ..

Jangan kaget membaca judul diatas. bukan berarti saya mau membantah buku Safir Senduk atau membela diri kemudian melontarkan posting seperti ini.
Sekedar pengalaman pribadi saja.

Ceritanya, kemaren sore saya sempat menelpon Om yang di Surabaya. Kebetulan Om saya ini menjadi tempat berkeluh kesah banyak orang, dan kata-kata bijaknya selalu menenteramkan hati.

Setelah menanyakan kabar masing-masing, saya bercerita mengenai permasalahan keluarga yang saya hadapi saat ini. Dan, seperti biasa, kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Om saya selalu tepat sasaran. Saya merasakan kalimat tersebut mengalir begitu saja, tidak dibuat-buat. Tetapi memiliki aura yang cukup dalam bagi yang mendengarkannya.

Huf.. lega rasanya.
Sebelum telepon saya tutup, saya menanyakan bisnis fotokopi yang sekarang dijalani oleh Om saya. Jawabannya pun ringan, saat ini beliau tidak terlibat aktif, dan hanya cukup untuk bertahan. Entah setan darimana, tiba-tiba terlontar kalimat dari mulut saya "Wah, kalo jadi pengusaha tapi tidak bisa kaya ya percuma Om.. ". Meski menyesal, tetapi kalimat sudah keluar. Tapi apa jawaban beliau ?

"Yaah.. nggak papalah. Lah wong yang dicari barokahnya kok. cukup seperti ini saja sudah Alhamdulillah. nggak usah terlalu muluk, Dan. Barokahnya aja..".

Deg! Muka ini Serasa ditampar.
Terus terang saya tersindir juga. Belakangan ini hampir tiap hari hanya bisnis saja yang saya pikirkan. Apalagi saat ini bisnis kios tinta saya sedang pindah ke toko baru. otomatis semua energi tersedot kesana.

Ah, Tuhan memang selalu mengingatkan hamba-Nya dengan cara yang misterius..

Tetapi, sekali lagi pikiran nyleneh saya keluar.. hehe..

"Lebih enak lagi, jadi pengusaha kaya yang barokah"
Iya nggak?!

Salam Funtastic & Tetap Semangat !

Dani

Sering-seringlah Blogwalking..

Waktu pertama kali pak Roni menyarankan untuk membuat blog, saya kurang antusias. Saya pikir, buat apa bikin blog, toh buang-buang waktu saja. Memang waktu itu saya lebih suka mencari penghasilan online (saya dapat istilah ini dari pak Jonru. Dan dari tulisan pak Jonru lah mindset saya berubah..).

Tapi setelah mem-posting tulisan pertama saya, ada nuansa yang berbeda. Bahkan setelah saya pasang shoutbox dan sering kontak-kontak dengan pak Ipul, saya merasa memiliki puluhan saudara yang tersebar se nusantara.

Bagaimana tidak, dalam seminggu pasti ada yang mengunjungi blog saya dan meninggalkan jejak. Saya yang tadinya hanya senang surfing, berubah menjadi blogwalker dan menelusuri jejak rekan-rekan TDA.

Ada pak Faif yang selalu bersemangat, pak Hadi yang 'mbahnya provokator', Pak Nano yang memberi pencerahan, pak Wawang yang selalu ber inovasi, dan banyak lagi yang tidak mungkin di sebutkan satu-satu disini. (Kalau blog pak Roni sama pak Ipul sih, hukumnya wajib. hehe..)

Intinya, semakin sering melakukan blogwalking, semakin sering menerima pencerahan. Jangan kaget jika tahu-tahu anda, 2-3 bulan dari sekarang - bukanlah anda yang dulu.

Ok, Maju terus & tetap semangat !

Dani

02 January 2008

Selamat Tahun Baru 2008 !

Sekedar review saja.
Beberapa hari yang lalu saya sempat dapat PR dari Bu Dayu untuk membuat Resolusi 2008.
Setelah memilah-milah, saya (tadinya) sudah memiliki beberapa Resolusi yang akan diterbitkan menjelang awal 2008. Apa pasal? Sampai sekarang Resolusi tersebut belum terbit-terbit juga..

Terus terang tadinya saya bingung. Dengan 8 poin resolusi, bagi saya yang masih amphibi, rasanya kok terlalu banyak. Saya juga tidak mau me munafikkan diri sendiri, "Ah kan masih amphibi, bikin Resolusi yang gampang-gampang aja deh". Kan percuma ..

Tapi jika dipikir-pikir lagi, kenapa mesti bingung. Toh, semuanya kembali kepada saya.

Ok, RESOLUSI SAYA TAHUN 2008 SEDERHANA SAJA "
*** MENAMBAH KAPASITAS ***

Mungkin jika di terjemahkan bisa luas.
Karena memang banyak yang harus saya tambah, seperti :
1. Menambah kapasitas beribadah supaya lebih berkualitas
2. Menambah kapasitas hati untuk ber-hablumminannas dan hablumminallah.
3. Menambah content blog supaya lebih menarik.
4. Menambah jumlah printer untuk usaha kios tinta saya.
5. Memperbesar jaringan MLM saya.
6. dsb.


tujuan saya jelas, MENJAGA KESEIMBANGAN DUNIA DAN AKHIRAT.

Seperti kata pepatah :
"Orang hidup seperti mengendarai sepeda.
Mereka harus tetap berjalan untuk menjaga keseimbangan"

~~ SELAMAT TAHUN BARU 2008 ~~


Tetap Semangat,

Dani

26 December 2007

PR dari Bu Dayu

Lagi mumet nih..
bukan pusing mikirin kerjaan, tapi 'pusing' mikirin PR.
Ternyata saya baru sadar kalau saya belum melakukan planning tahun depan, entah tidak punya, atau justru terlalu banyak. Lantas jadi bingung mana yang mau dipilih..
(Kalau sudah seperti ini, biasanya saya selalu bilang "kenapa nggak dipilih semuanya?.. hehe..)

Yup, sudah beberapa minggu ini lagi disibukkan dengan PR dari bu Dayu. Ceritanya setiap anggota TDA wajib membuat resolusi untuk tahun 2008, memilah-milah apa saja yang harus dicapai, termasuk juga saya. Akhirnya saya kumpulkan semua ide-ide dan rencana-rencana yang selama ini masih di angan-angan. Kemana-mana bawa kertas kecil dan alat tulis. Bahkan (maaf..) ke kamar mandi pun waktunya digunakan untuk mikirin plan-plan tahun depan.

Dari hasil rekapan, ternyata banyak juga yang ingin dikerjakan di tahun depan. Sebenarnya dengan adanya PR ini malah membuat saya jadi malu sendiri. Kenapa? Karena saya sering membuat planning-planning, yang bagi saya pribadi sudah cukup sempurna, tetapi jarang yang bisa terealisasi. Mungkin karena tidak ada waskat kali ya (pengawasan melekat).

Nah, dengan adanya pengawasan dari rekan-rekan TDA di blogging masing-masing, paling tidak akan memacu masing-masing orang (apalagi saya), untuk benar-benar mewujudkan resolusi tersebut. Kalau tidak terwujud kan tengsin juga .. hehe.. Udah diliat banyak orang ini..

Jika memungkinkan, Resolusi 2008 ini diberikan tempat tersendiri yang selalu muncul pertama kali saat blog dibuka, sepanjang tahun 2008. Dengan demikian masing-masing orang akan selalu ingat dengan janji nya, dan harus ditepati.

Ok, Bu Dayu.
Resolusi 2008 akan segera "grand launching"..
Terimakasih atas 'obat pusing'nya.. hehe..

Tetap Semangat !
Dani

NB - Sekali lagi saya merasakan adanya LOA. Beberapa hari kemarin saat saya memilah-milah plan untuk resolusi 2008, datang kiriman majalah dan statement bonus dari MLM yang saya jalani. Seperti biasa, amplop langsung saya buka. Maklum, amplop ini yang selalu ditunggu tiap bulan.. hehe..
Setelah puas melihat jumlah bonus, saya bolak-balik majalahnya. Mata saya tertuju pada halaman depan majalah tersebut, "SEEING YOUR POTENSIAL (Melihat Potensi Anda)". Dan yang membuat saya tersenyum, isinya sangat sesuai dengan yang saya butuhkan saat ini, yakni langkah-langkah kecil sebelum memasuki tahun 2008. Saya sebut kecil, karena langkah-langkah tersebut sangat sederhana, tapi powerful.
Betul-betul "Must try this at home" !

26 November 2007

Be Ware Provokator !

Hari Minggu selalu menjadi hari yang saya tunggu. Saya bisa "balas dendam" dengan kegiatan saya yang lain. Biasanya saya menghabiskan hari Minggu dengan bersantai atau tidur lebih banyak.. Hehe, jadi tidak produktif ya?
Anggap saja mesin lagi breakdown.

Saya lihat edisi terbaru Majalah DUIT! tergeletak dimeja. Wah, saya sampai lupa dengan yang satu ini. Maklum, setiap beli majalah selalu tidak bisa habis membacanya. Ada saja yang harus dikerjakan. Buntutnya, lupa .. hehe ..

Setelah puas bolak-balik majalah, saya jadi ingin membaca pengantar redaksi (jarang-jarang juga saya baca yang satu ini). Ada satu hal yang menarik.

Ceritanya ada curhat seorang wirausaha yang merasa dikadalin sama mentor-mentor bisnis. Dia sudah melakukan take action untuk memulai bisnis, keluar dari zona nyaman, yang buntut-buntutnya masih saja terpuruk. Bisnisnya perlahan mulai kacau, tidak seindah yang digembar-gemborkan oleh mentor-mentor bisnis yang sering dia dengar. Yang mengatakan bisnis itu mudah, yang penting jalan saja dulu, mikir belakangan. Ntar kalo udah jalan kan ketemu jalannya sendiri, dsb.

Tapi kenyataan di lapangan sangat berbeda. Usaha yang dijalankannya nggak berhasil, bahkan amburadul. Dari sini muncul pesimistis kepada para mentor tersebut.

Wah, jadi kesindir nih ..
Tapi ada bagusnya tulisan tersebut. Paling tidak mengingatkan saya untuk menindak lanjuti yang sudah saya kerjakan. Disini perlunya pembelajaran. Saya jadi ingat pas pertama buka usaha refill tinta. Saya tanya kesana-kemari, ke milis, ke toko teman saya, pokoknya nyari informasi sebanyak-banyaknya. Saya juga sering mengadakan pertemuan dengan tim (kebetulan usaha ini patungan) untuk mematangkan keputusan.

Hasilnya? Hampir 1 tahun saya cuma diskusi dan diskusi. Semua jadi sekedar wacana. Sampai kemudian saya terprovokasi oleh mottonya pak Roni untuk segera melakukan take action.
Coba kalau dulu nggak ada yang namanya provokasi? Sampai sekarang mungkin nggak ada yang namanya kiostinta.com .. hehe..

Tapi nggak berhenti sampai disitu lho. Tetap ada action-action selanjutnya. Intinya, stay focus lah.. Dan dari awal buka sampai sekarang, terasa sekali LOA-nya ..

Ok deh, buat para provokator .. :)
Silakan baca majalah DUIT edisi Nopember. terutama bagian awal (redaksional).
Saya yakin pasti ada manfaatnya.

Tetap Semangat,
Dani

22 November 2007

Nikmatnya Sebuah Hasil

Beberapa hari ini banyak kejadian yang cukup membuat saya berbahagia, tidak hanya tersenyum.

Pertama, sebagai pelaku salah satu MLM, saya melihat jaringan saya berkembang cukup cepat. Rupanya akhir-akhir ini semakin banyak orang-orang yang ingin maju dan mandiri, dengan cara mereka masing-masing. Dan untuk saya? Jelas, bonus juga bertambah .. hehe..

Tetapi tidak hanya itu. Saya merasa bisnis MLM yang dulu sangat tidak disukai, perlahan-lahan mulai dapat diterima, meskipun sebagian masih malu-malu mengaku sebagai pelaku MLM. Sekarang orang-orang sudah bisa berpikir kritis, bahwa apapun bisnisnya, jika hanya bermimpi dan tidak pernah action, ya udah, ... nothing happens. (Betul kan pak Roni? ..).

Kedua, meng-online-kan bisnis saya yang lain, yakni refill tinta printer. Boleh percaya boleh tidak, meski saya orang IT, baru sekarang saya sempat meng-online-kan bisnis saya. Itupun sebenarnya masih belum layak terbit. Yang penting action dulu lah ..
Toh segalanya bisa dipikirkan & dikerjakan sambil jalan.

Ketiga, profit pertama yang saya tunggu-tunggu dari sebuah investasi juga baru saja masuk. Meski sempat sport jantung juga, tetapi semua masih sesuai dengan perhitungan.

Hasil adalah sesuatu yang didapat dari kerja keras.
Kerja keras adalah bentuk dari peluang.

Peluang ?
Ada dimana-mana. Tidak percaya ?
Buka pikiran anda, terima dulu semua apa adanya.
Jangan dulu membebani pikiran dengan hal-hal atau prasangka-prasangka yang negatif.

Nah, baru anda filter.
Pick one .. Ready .. and Action !
OK Bro?!..

Tetap Semangat,
Dani

06 January 2001

KOLEKSI EBOOK