This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

13 February 2009

I'll Stand By You Dad...


Membaca tulisan pak Roni siang ini membuat saya tertegun.

Entah kenapa saya jadi teringat bapak saya, yang saya anggap sebagai pejuang sejati. Ya, karena beliau masih berperang melawan kerasnya hidup, sampai sekarang, demi orang-orang yang dicintainya. Yang mestinya sudah saatnya menuai hasil dari semua jerih payah selama ini, menikmati hidup...

Pak, mohon doa dan restunya...
Semoga anakmu ini bisa menjadi orang yang bisa dibanggakan..
Amien..

10 February 2009

Menggeluti (Lagi) Duit Maya

Setelah beberapa tahun absen dari money online, belakangan ini saya mulai lagi rajin mencari-cari informasi bisnis online (sebenarnya istilah ini kurang tepat, karena kita menjalankan bisnis orang lain. Seperti istilah Pak Jonru, ada bedanya antara Bisnis Online dengan Penghasilan Online).

Terlepas dari itu semua, barangkali ini salah satu cara mencari penghasilan dengan modal yang minim. Yup, semenjak KiosTinta Refill tutup, saya berusaha mencari-cari celah lain yang bisa dimasuki. Dan pilihan jatuh kepada penghasilan online.

Sebenarnya Mencari duit online bukanlah barang baru bagi saya.
Sudah cukup banyak program-program yang saya ikuti, mulai dari HYIP, betting, autosurf dan paid-paid yang lain, hingga terakhir forex online. Hanya yang terakhir inilah yang saya tekuni cukup lama. Dan justru dari forex online inilah yang membuat saya akhirnya mem-PHK apa yang disebut "make money online".

Msalahnya sepele, GREEDY.
Ya, serakah adalah sifat dasar manusia, termasuk saya.

Waktu itu, setelah open posisi, seperti biasa saya amati pergerakan the cable (favorit saya). Tapi entah kenapa, hari itu muncul sifat serakah setelah melihat pergerakan yang sesusai dengan harapan saya, yang akhirnya membuat saya membiarkan posisi tersebut tanpa stop loss.

Setelah pulang kerja dan mandi, saya cek lagi posisi saya.

Waduh!! Ternyata terjun bebas!
Dan saldo yang semula masih $100 langsung menguap, tinggal $1.

Yah, nasib...

Itulah mengapa sekarang forex saya anggap alternatif paling akhir untuk cari duit online (disamping memang tidak jelas halal haramnya).

Ok, cut the crap!
Kembali ke lap-top..

Bagi yang tertarik making money online, bisa mengunjungi forum adsense-id. Cukup bagus untuk mencari referensi apa aja, tentu saja yang berkaitan dengan duit online.

Salam,
Dani

04 March 2008

Sudahkan Anda Ber DOA hari ini ? (Maaf, bukan LOA lho.. Tapi DOA)

Hari ini (29 Peb) saya mendapat pencerahan.
Selepas Jumatan, sebagai kebiasaan di pabrik tempat saya bekerja, selalu diadakan dialog antara pak Ustad dengan makmum sholat Jumat. Ada sebuah jawaban yang cukup menghentakkan saya saat salah seorang bertanya kepada pak Ustad.

Beliau berkata singkat, "Jangan remehkan kekuatan DOA".

Kemudian beliau bercerita, ada seorang nenek berusia 78 tahun datang kepada beliau.
Nenek itu ingin sekali bisa membaca AlQuran, namun sampai umur 78 tahun tsb si nenek masih belum bisa. Nenek tsb menganggap bahwa AlQuran sama dengan bahasa Arab yang lain, yang
merupakan bahasa yang sulit. Pak Ustad bertanya, "DOA apa yang nenek baca untuk tujuan nenek?". Si Nenek terdiam, dia baru sadar, bahwa ternyata dia tidak pernah berdoa untuk diberi kemudahan dalam mempelajari AlQuran. Dia hanya mengandalkan kemampuan pribadinya.

Oleh Pak Ustad, si nenek diajari berdoa,"Ya Allah, berilah aku kemudahan dalam menghafal AlQuran, Berilah aku pembimbing yang ahli dan rendah hati, Semoga dalam 1 tahun ini aku sudah bisa membaca AlQuran. Amin". Hasilnya?

Genap 10 bulan sejak si nenek bertemu dengan pak Ustad, dia sudah bisa menghafal AlQuran dengan baik.

Ada cerita lain lagi.
Saat Pak Ustad mudik, beliau harus naik ojek dari Langitan ke kampung orang tuanya. Selama di jalan, si tukang ojek mengeluh, soal BBM naik lah, soal biaya sekolah anak, soal biaya dapur, dsb. Ujung-ujungnya dia menyalahkan pemerintahan SBY-JK.

Kemudian pak Ustad bertanya,"Gimana kalo bapak berdoa, agar kelak anak bapak yang menjadi presiden?". Jawab tukang Ojek,"Ya nggak mungkin lah pak.."."Kalo jadi menteri?". Jawaban masih sama. Bahkan sampai menjadi camat pun, jawabannya tetap sama.

Kemudian pak Ustad melanjutkan, " Atau mungkin jadi ulama?". Kembali si tukang ojek pesimis,"Lah wong nggak ada turunan ulama pak.."."Kalo gitu berdoa menjadi pengusaha yang sukses dan makmur".Tapi, jawaban yang keluar dari tukang ojek pun tetap sama.
Akhirnya pak Ustad nggak tahan juga,"Jadi, selama ini, Bapak tidak tahu anak bapak ingin seperti apa? Lalu, bapak mengojek peras keringat banting tulang siang malam, untuk apa pak? ". Si tukang ojek terdiam. lamaa banget. "Iya ya pak, saya kok bodoh amat ya. Jadi selama ini saya kerja cari uang untuk apa ya?"

Dari cerita ini, saya seperti disetrum.
Selama ini, saya belum pernah sedikitpun mendoakan anak saya akan jadi seperti apa kelak, target apa yang akan dicapai, apa yang diinginkan istri saya.saya hanya berdoa semoga menjadi orang sukses. Doa saya tidak pernah kongkrit, tidak jelas.

Kenapa kalo LOA saya selalu jelas, tapi kalo DOA tidak pernah jelas ?
(Padahal cuman beda L dan D). Aneh juga...

Orang-orang takut berdoa setinggi mungkin, karena mereka merasa itu sudah diluar kemampuan mereka. Sekali lagi, jangan meremehkan kekuatan DOA. Karena DOA langsung berhubungan dengan Pemilik-Nya.

Semoga Bermanfaat.

Salam Sukses,
Dani

18 February 2008

Pak Faif Memang Jeli ..

Sekedar sharing saat berburu bukunya Pak Faif kemaren sabtu.

Ceritanya kemaren sabtu saya mengantarkan anak saya, Bella, untuk belanja buku di Gramedia. Mumpung libur, pikir saya. Sekalian saya mau membeli buku perdananya mas Faif, "Rahasia Jadi Entrepreneur Muda".

Singkat cerita saya dan Bella sudah di Gramedia. Ternyata saat itu juga ada event bedah buku dari Kelik PelipurLara yang baru saja me-launching buku "Please Edan" (dibaca: Plesetan).

Setelah kebutuhan anak saya terpenuhi, giliran saya yang berburu. Setelah mengecek melalui komputer, buku Pak Faif ada di rak 2040. Bosan mondar-mandir nggak ketemu, akhirnya saya nanya ke petugas Gramedia. Dia nunjuk "di bagian tengah pak, dekat kasir". Lho, bagian tengah kan rak-nya Best Seller, pikir saya. Ya udah, saya datangi ke sana. Saya cari-cari masih juga nggak ketemu. Mana anak saya sudah protes lagi. Yang capek lah, haus lah.. hehe.. dasar, bapaknya memang egois ya..

Masih penasaran, saya nanya lagi ke petugas yg lain "pak, rak 2040 dimana ya pak?". Kali ini si petugas langsung mengantar saya ke rak yg dimaksud. Tapi heran, bukunya masih nggak ketemu. Setelah puas membongkar rak 2040, dan tetap belum ketemu, si petugas segera menghampiri komputer katalog dan melihat rak mana saja yang ditempati bukunya Pak Faif.

Tahu nggak yang saya pikirkan?
Bukunya pak Faif laris manis !! Bagaimana nggak, di katalog masih tercatat 16, tapi di rak Best Seller (2040) satupun nggak ketemu. Kalo dianggap belum di letakkan di rak 2040, rasanya kok nggak mungkin. Soalnya di komputer katalog jelas-jelas tertulis stok masih 16 di rak 2040.
Hebat banget pak Faif !!..

Ini masih belum seberapa.
Setelah saya dapat yang saya cari, akhirnya kami pulang dengan perasaan puas.
Sampai dirumah ada kejadian yang fenomenal lagi...

Ceritanya, sore hari, sekitar jam 3, pas saya sedang asyik membaca buku "Rahasia Jadi Entrepreneur Muda", istri saya meminta tolong saya untuk gantian menjaga si kecil, sementara dia makan siang. Beberapa menit saya tunggu-tunggu, kok istri saya nggak muncul-muncul juga. Heran juga, masak makan aja kok lama banget. Pas saya tengok keluar, hehehe... surprise nih..
Ternyata istri saya lagi asyik baca bukunya pak Faif !
Bayangkan, istri saya yang seumur-umur nggak peduli dengan masalah kewirausahaan (dia memang tipe pekerja murni), sedang asyik membolak-balik halaman tentang salon Mos5 nya bu Yulia.

Nggak cuman itu, bahkan istri saya berencana ingin berwirausaha juga, dan memintasaya untuk mencarikan bisnis apa yang cocok buat dia. Blaik ! gara-gara pak Faif nih, istri saya kena virus TDA..

Entah disengaja atau tidak, tapi penempatan profil bu Yulia di awal halaman sangat tepat. Para pekerja murni (yang saya yakin, sebagian besar adalah female), pasti akan tercuci mindsetnya soal ber wirausaha.

Mungkin akan jadi lain ceritanya, jika saya yang mengarang buku.
Sudah bisa dipastikan, saya akan menempatkan pak Roni di awal cerita, karena dari tangan beliau lah TDA lahir. Dan mungkin juga istri saya tidak akan seheboh sekarang....

Wah.. Pak Faif Bener-bener Jeli..
Salut saya pak...

Salam Fuuuuuntastic,
Dani

31 January 2008

Fenomena 21 Tahun

Kabut.
Ya, Kabut. Hari Rabu pagi, seperti biasa setelah sholat subuh, saya buka pintu-pintu pagar. Suasana pagi yang tenang dan sejuk seperti ini selalu yang saya cari. Karena dari sini selalu muncul ide-ide yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Tapi Rabu kemaren terasa lain. Saya tertegun melihat pemandangan di sekitar perumahan saya. Samar-samar tampak kabut memenuhi sekeliling perumahan. Ini Aneh. Kenapa, karena Semarang merupakan kota pantai, dan seumur-umur saya belum pernah menemukan munculnya kabut di kota Semarang, apalagi Semarang bawah.

Tanpa pikir panjang langsung saya ajak Bella, anak saya nomor 1, untuk menikmati kabut. Saya jadi seperti orang udik. Terus terang, selama 21 tahun tinggal di Semarang, baru kali ini ada kabut, di perumahan saya lagi. Dulu saya sempat membayangkan memiliki rumah di daerah atas. Senang sekali rasanya berada di dalam kabut di pagi hari. Wah, jadi berandai-andai..

Tapi sekarang, saya tidak perlu lagi berandai-andai. Meskipun hanya sehari, tapi saya sangat senang, karena keinginan saya dapat terwujud.

Berarti sekarang saya perlu berandai-andai lagi nih..

Siapa tau ada efek LOA yang numpang lewat.. hehe..

tetap Semangat,
Dani