This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions..

Showing posts with label mindset. Show all posts
Showing posts with label mindset. Show all posts

04 April 2008

Ada apa dengan saya?


Baru sempat posting.
Mungkin lebih tepat curhat.

Belakangan ini saya mengalami degradasi mental. Bagaimana tidak, sudah beberapa minggu ini saya tidak pernah berpikiran positif. Apa-apa selalu saya tanggapi negatif, berburuk sangka, yah.. pokoknya hal-hal lain yang sangat mengganggu aliran energi positif.

Saya tidak tahu penyebabnya. Dan sepertinya memang saya tidak ingin mencari tahu.
Hehehe... daripada sibuk mencari penyebabnya, mending sibuk mencari solusinya..
Sama-sama keluar energi ini.

Sesuai ilmu fisika, negatif jika bertemu dengan positif akan berubah jadi netral. Ya udah, sekarang diperbanyak aja aliran energi positif yang masuk, biar netral.

Mari kita sibuk memasukkan energi positif...

Salam fuuuuuntastic,
Dani

04 February 2008

Hati-hati dengan LOA

Melanjutkan cerita kemarin, sampai sekarang saya masih bingung, bagaimana bisa saya salah perhitungan? Padahal selalu saja ada cadangan dana di Inkjeto (nama toko tinta saya). Dan memang selalu saya sisihkan tiap bulan. Setelah saya cari-cari, akhirnya ketemu juga penyebabnya. Meski bukan pasti, tapi kemungkinan besar.

Ini semua berawal dari Tahun Baru 2008. Saya dapat PR dari Bu Dayu untuk membuat resolusi 2008. Saya memang sudah membuat Resolusi 2008, dan memang tidak banyak, hanya 1. "Menambah Kapasitas", itu dreams saya di tahun ini. Meski hanya 1, tapi bagi saya itu sudah mencakup semuanya.
Dan, semua akhirnya benar-benar terjadi !

Ya, saya menulis saya ingin menambah kapasitas apa saja, seperti menambah kapasitas iman, menambah kapasitas cartridge dan printer di Inkjeto, dan menambah kapasitas penjualan BelaCell. Tidak disangka ternyata salah satu poin tercapai lebih cepat, dan efeknya cukup fatal juga.

Saya memang menambah kapasitas toko untuk cartridge, tapi dengan meminimalkan saldo. Wah, jangan terulang lagi deh. Sperti kata iklan, "nggak, nggak mo mo lagi..".
Susahnya, sekarang salah satu rekanan di inkjeto ikut-ikutan menambah kapasitas cartridge. Bahkan tidak tanggung-tanggung, dia menambah modalnya khusus untuk pembelian tersebut. Tidak hanya itu, dia juga mengajak saya untuk ikut menambah modal yang diinvestasikan di cartridge.

Saya memang tidak menyalahkan dia. Memang. beberapa hari yang lalu banyak customer yang menanyakan cartridge untuk printer mereka, dan kebetulan memang stok kami habis. Dari situ dia berusaha menambah kapasitas cartridge, dengan harapan calon-calon pembeli itu akan kembali lagi.

Bagi saya, hal semacam ini adalah suatu perhitungan yang sia-sia.
Uang sudah keluar, tapi belum ada kepastian transaksi, hanya menunggu dan berharap.
Prinsip "uang balik" tidak bisa berjalan lancar.

Tapi tidak perlu dijadikan masalah besar. Semua pasti ada positifnya.
Dan memang, semangat untuk berwirausaha tidak datang setiap saat. Kalau toh sekarang menerpa kami, kami sudah siap menyambutnya, meski arusnya kencang sekalipun.
Kami yakin ada kesejukan di dalamnya...
hehehe... sok puitis ya..

Selamat Berwirausaha & Tetap Semangat,
Dani

30 January 2008

Niat Kok Niat Malas ..

Akhir-akhir ini saya jarang banget posting.
Bukannya tidak ada yang diceritakan. Justru sangat banyak. Tapi ya, itu dia.. selalu koneksi yang menjadi masalah. Maklum, kemampuannya baru berani nebeng koneksi kantor.

Kalau dipikir-pikir, memang seseorang itu selalu memiliki alasan untuk tindakan yang dilakukan. Dan seringnya tindakan-tindakan yang negatif. Mencari pembenaran, kata orang. Contohnya saya. Sejak beberapa minggu yang lalu, saya sudah membayangkan apa-apa saja yang ingin saya tulis. Tapi sekedar membayangkan. Kalau toh koneksi di kantor bermasalah, sebenarnya saya bisa saja blogging di rumah. Tapi ya itu tadi, saya sudah ada niat untuk tidak blogging. Jadi dengan solusi diatas pun pasti saya sudah menyiapkan alasan untuk meng-counternya.

Hal seperti ini yang selalu menjadi penghambat laju seseorang.

Jadi ingat kata-kata pak Tung.
3 Hal yang biasa terjadi pada seseorang, yakni BEJ (Blame-menyalahkan, Excuse-alasan, Justify-pembenaran).

Saya sudah menyalahkan keadaan, dimana koneksi yang selalu bermasalah. Setelah menemukan solusi, saya masih saja beralasan macam-macam, yang tidak ada waktu lah, yang tagihannya membengkak lah, dsb. Akhirnya, saya mencari pembenaran. "Terang saja pak Roni bisa blogging setiap hari, lah punya koneksi pribadi 24 jam".

Hehe.. klop kan sekarang ?

Lah sekarang?
Kalau ingin maju ya cuman satu, jangan bermental BEJ. OK ??

Tetap semangat,
Dani

07 January 2008

Menjadi Pengusaha Tapi Tidak Kaya? Ya Tidak Percuma ..

Jangan kaget membaca judul diatas. bukan berarti saya mau membantah buku Safir Senduk atau membela diri kemudian melontarkan posting seperti ini.
Sekedar pengalaman pribadi saja.

Ceritanya, kemaren sore saya sempat menelpon Om yang di Surabaya. Kebetulan Om saya ini menjadi tempat berkeluh kesah banyak orang, dan kata-kata bijaknya selalu menenteramkan hati.

Setelah menanyakan kabar masing-masing, saya bercerita mengenai permasalahan keluarga yang saya hadapi saat ini. Dan, seperti biasa, kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Om saya selalu tepat sasaran. Saya merasakan kalimat tersebut mengalir begitu saja, tidak dibuat-buat. Tetapi memiliki aura yang cukup dalam bagi yang mendengarkannya.

Huf.. lega rasanya.
Sebelum telepon saya tutup, saya menanyakan bisnis fotokopi yang sekarang dijalani oleh Om saya. Jawabannya pun ringan, saat ini beliau tidak terlibat aktif, dan hanya cukup untuk bertahan. Entah setan darimana, tiba-tiba terlontar kalimat dari mulut saya "Wah, kalo jadi pengusaha tapi tidak bisa kaya ya percuma Om.. ". Meski menyesal, tetapi kalimat sudah keluar. Tapi apa jawaban beliau ?

"Yaah.. nggak papalah. Lah wong yang dicari barokahnya kok. cukup seperti ini saja sudah Alhamdulillah. nggak usah terlalu muluk, Dan. Barokahnya aja..".

Deg! Muka ini Serasa ditampar.
Terus terang saya tersindir juga. Belakangan ini hampir tiap hari hanya bisnis saja yang saya pikirkan. Apalagi saat ini bisnis kios tinta saya sedang pindah ke toko baru. otomatis semua energi tersedot kesana.

Ah, Tuhan memang selalu mengingatkan hamba-Nya dengan cara yang misterius..

Tetapi, sekali lagi pikiran nyleneh saya keluar.. hehe..

"Lebih enak lagi, jadi pengusaha kaya yang barokah"
Iya nggak?!

Salam Funtastic & Tetap Semangat !

Dani

29 November 2007

Sense of Urgently

Sense of Urgently, atau dalam bahasa kita berarti Rasa Keterdesakan. Istilah ini saya temukan di majalah LEADER edisi Oktober, yang dicetuskan oleh Rudy M. Noer, salah seorang leader MLM terkemuka Indonesia. Meski saya baca sudah lama, tapi baru hari ini saya benar-benar merasakan apa itu sense of urgently.

Cerita berawal tadi pagi ketika saya mau ngantor. Tidak seperti biasanya, kali ini saya berangkat lebih telat ketimbang biasanya. Langsung saja motor saya tancap. Pas ditengah jalan, saya lihat banyak kerumunan. Wah, ternyata jalan yang biasanya saya lewati ditutup. Semua dialihkan ke kanan, ke jalur alternatif. Terus terang saya paling males lewat jalur alternatif tersebut. Selain muter-muter, jalan keluar jalur tsb juga lebih jauh jaraknya dari kantor.

Di depan saya ada 3 sepeda motor yang jalan pelan-pelan. Tahu-tahu sepeda motor paling depan belok kiri masuk ke jalan tikus (jalan sempit). Daripada saya telat, mending saya ikutin aja sepeda motor tersebut. Padahal saya paling anti kalau mencari jalan tikus. Sudah boros bensin, belum tentu ujungnya tembus.

Akhirnya kami berempat menyusuri jalan tikus tersebut. Setelah muter-muter, ternyata ujung keluarnya persis beberapa ratus meter dari ujung yang satunya dari jalan yang ditutup tersebut. Alhamdulillah, langsung saja motor saya tancap.

Dalam hati saya bilang hebat .. hebat .. , entah kepada siapa. Pokoknya yang penting saya tidak terlambat sampai kantor .. hehe..

Ternyata orang baru berani menerima tantangan kalau sudah terdesak. Mungkin itu point dari Sense of Urgently.

Anda ingin memaksimalkan potensi anda?
Buat diri anda terdesak lebih dulu .. hehehe...

Tetap Semangat,
Dani

23 November 2007

Bersikaplah Pesimis

Jangan kaget membaca judul diatas. Judul tersebut terinsipasi oleh tulisan Cak Eko, juragan Bakso Kota Cak Eko (silakan baca disini). Apa yang diutarakan oleh Cak Eko, persis dengan yang saya alami, hanya konteksnya yang berbeda.

Pernah, saat selesai sholat Jumat, sempat terjadi dialog antara saya dengan Khotib Jum'atan. Saya bertanya, kiat-kiat apa untuk mengatasi rasa malas. Sering saya sudah merencanakan sesuatu, tapi tiba-tiba malas mengerjakannya, hanya karena hal-hal sepele, misal acara TV yang bagus dsb. Jawaban beliau cukup singkat, Jangan terlalu optimis.
Ya, seringkali kita optimis bahwa hidup masih panjang, sekedar nonton TV sebentar toh tidak apa-apa. Pekerjaannya bisa dikerjakan nanti. Tapi siapa yang tahu umur kita? Kita bisa memastikan, bahwa belum usai acara TV kita belum dipanggil oleh-Nya? Anda bisa?

Beliau menyarankan untuk bersikap pesimis (untuk hal-hal tertentu, dan yang pasti, hanya ybs yang tahu). Dengan bersikap pesimis, saya lebih memikirkan hal-hal kecil, yang bisa saja terlewatkan.

Dari sini saya berpikir, kerjakan apa yang bisa saya kerjakan. Belum tentu bulan depan, minggu depan, besok, atau bahkan hari ini, umur saya masih dipanjangkan.
Jangan suka menunda segala sesuatu.

Terimakasih Cak Eko.
Anda sudah mengingatkan saya tentang suatu hal, yang meski sederhana tetapi sangat penting.

Semoga ada pelajaran berharga yang bisa diambil disini.

Tetap Semangat,
Dani

17 November 2007

Akhirnya ..

Setelah sempat hampir putus asa kemarin, akhirnya bisa juga blogging.
Heran juga, kenapa hanya blogger saja yang tidak bisa diakses. Sempat curiga juga dengan admin kantor. Maklum, internet masih nebeng di kantor ..

Kalau dipikir-pikir, ternyata berpikir negatif lebih gampang daripada berpikir positif. Bahkan tidak perlu direncana pun, secara otomatis akan muncul pikiran-pikiran negatif. Ketika dijalan tiba-tiba di potong orang, hati ini bawaanya ingin cepat-cepat membalas. Belum jika meeting di kantor. Kebanyakan pesertanya justru hanya debat kusir, saling membenarkan pendapat pribadi, dan akhirnya hanya menghasilkan solusi yang mentah.
Wah, sekarang pun saya sudah berpikir negatif ..

Saya pernah ikut kajian agama yang membahas mengenai berpikir positif. Dan seperti yang sudah saya duga, semua pikiran kita justru bermuara dari hati. Jika ingin segala sesuatunya positif, terlebih dahulu bersihkan hati.

Sang ustad juga mengajarkan kiat sederhana untuk membersihkan hati dari segala virus dan bakteri negatif.
IKHLAS, itu kata kuncinya.
(Jadi teringat Metode Quantum Ikhlas -nya pak Erbe Sentanu nih .. Bagi para negativer, silakan dipelajari metode Quantum Ikhlas. Cukup powerful. buat pak Nunu, Maaf ya pak, jadi sok tahu nih ..).

Saat ini saya sedang -dan masih - berusaha untuk ikhlas terhadap segala sesuatu, tentunya masih dalam koridor-koridor yang bisa dipertanggung jawabkan.


Susah? Memang, jika hanya dibayangkan.
Silakan mencoba, dan lihat hasilnya.
Nggak ada salahnya kan ?

Be positif,
Dani

14 November 2007

Tertular Virus Blog (release 2)

Yup, sesuai judulnya. Virus ini memang ganas. Saya sebut ganas, karena sampai hari ini pikiran saya selalu tertuju untuk blogging.

Dari kemarin hingga hari ini (hingga saat saya menulis saat ini), bawaannya selalu ingin blogging. Bahkan tadi malam - sebelum tidur, saya berpikir apa yang akan saya tulis lagi untuk besok. Ah, tapi seperti biasa, "bebaskan pikiranmu" - selalu jadi motto saya dalam menulis blog. Dan memang efektif ..

Ternyata semangat untuk blogging tidak bisa direncana. Sekedar informasi saja, niat untuk ngeblog sudah muncul cukup lama (baca juga disini). Tapi selalu terbentur dengan isi, template, tampilan, bisnis, dsb. Akhirnya, .. postingan selalu tertunda. Dan buntutnya, hapus lagi, hapus lagi ..

Sekarang?
Apa saja ingin saya tulis. Tidak hanya bisnis, tetapi semua hal yang membuat saya merasa exciting. Harapan saya kedepan, tulisan-tulisan saya bisa bermanfaat bagi siapa saja, tidak hanya bloggermania. Seperti blog kedua mentor saya, mas ipul dan Pak Roni, yang selalu memberi nuansa yang baru setiap membaca postingannya. (Keep rockin' bro ..!)

Ok Bro, apa lagi yang anda tunggu ?
Mulai menulis dan mulai kecanduan .. hehe..

Tetap Semangat,
Dani

13 November 2007

Tertular Virus Blog


Betul. Saya tidak mengada-ada.
Baru saja tadi saya memulai postingan pertama, tangan ini sudah gatal ingin menulis lagi. Sampai-sampai sholat tidak bisa khusyuk. Hehe.. sepertinya saya tertular virus teman-teman TDA nih ..

Tapi saya suka. Mungkin saat ini tulisan-tulisan saya belum berarti apa-apa. Bahkan saya sendiri tidak tahu apa manfaatnya. Tapi saya suka, dan akan terus saya lanjutkan.. Saya yakin suatu saat saya akan secanggih pak Roni dan mas Ipul (Pak Roni dan mas Ipul, jangan bosen bagi-bagi ilmu ya..).

Sebelum saya lupa, saya ingin mengucapkan terimakasih nih, buat Mas Ipul sama Pak Roni, atas pencerahannya. Meskipun beliau-beliau tidak mengenal saya, tetapi blog-blog beliau selalu jadi bacaan wajib tiap pagi sebelum mulai bekerja.

Saya jadi ingat petuah Bos Primagama, Pak PurdieChandra. "Bedanya orang bodoh dengan orang pinter itu, kalo orang bodoh action dulu baru mikir. Tapi kalo orang pinter, mikir dulu baru action. Kelamaan mikir akhirnya malah nggak action-action.."

Ok rekan-rekan, Take Action sekarang juga..

Tetap Semangat,
Dani

Mulailah Melangkah !


Sengaja saya beri judul seperti diatas, karena ini merupakan blogging pertama saya (Mungkin karena saya sendiri tidak tahu harus menulis apa dan mulai dari mana.. :) ). Tapi seperti pak Roni yang selalu bilang, bebaskan pikiranmu. Tulislah apa yang ingin kamu tulis. Dan... Voala ! Semua mengalir begitu saja..

Ya, sebenarnya keinginan untuk membuat blog sudah lama muncul, semenjak terprovokasi oleh Blognya pak Roni. Tetapi rasanya sulit sekali menulis kalimat pertama. Saya inginnya semua tampil sempurna, termasuk semua bisnis yang ingin saya tumpahkan di blog ini.

Sekedar tips bagi rekan-rekan yang ingin memulai membuat blog, "Jangan pernah terintimidasi oleh pikiran. Jangan pernah merencanakan segalanya sesempurna mungkin. Jangan pedulikan template, jangan pedulikan judul, jangan pernah membayangkan bisnis anda. Just Type It !".
Yakinlah, LOA akan bekerja dengan sendirinya..

Ok rekan-rekan, Start Blogging Right Now !

Tetap Semangat,
Dani